[PC Game] Resident Evil Revelations 2 - Episode 1

Resident Evil atau Biohazard Revelation 2 merupakan salah satu game yang gua antisipasi kedatangannya di awal tahun 2015 ini. Setelah sebulan yang lalu Capcom ngeluarin versi HD Remaster dari Resident Evil pertama yang bikin gua nostalgia dengan gameplay Resident Evil versi PS1, sekarang kita balik lagi ke Resident Evil "modern" yang lebih menitik beratkan segi action adventure ketimbang survival horornya. Apakah game ini tampil sebaik seri pertamanya? Di sini gua bakal sedikit ngasih reviewnya buat kalian.

Entah apa yang ada dalam pikiran Capcom untuk ngebuat game ini dalam format episodic. Total ada 4 episode yang akan dilaunching dalam rentan waktu seminggu sekali. Untuk episode pertama ini sendiri gua tamatin cuma dalam waktu beberapa jam. Walhasil, ga terlalu banyak kesan yang berbekas abis namatin ni game. Gua cuma bilang "Hahh?? Uda selesai?? Gitu doang??".

Untuk episode 1 ini kita akan bermain secara bergantian sebagai Claire Redfield dan Barry Burton. Selama permainan 2 karakter itu akan ditemani oleh 2 karakter yang fungsinya sebagai karakter pembantu. Claire akan ditemenin anaknya Barry, Moira. Sedangkan Barry akan temenin gadis misterius bernama Natalia. Sistem berpasang-pasangan seperti ini kayaknya sudah semakin melekat untuk gameplay Resident Evil "modern". Dimulai dari RE 5 dan RE 6.

Cerita bermulai ketika Claire Redfield dan Moira Burton yang sedang menghadiri suatu pesta tiba-tiba diserbu oleh pasukan misterius. Entah bagaimana caranya mereka terbangun di suatu pulau misterius penuh zombie dan monster. Dengan diiringi suara perempuan misterius dari gelang yang mereka kenakan, Claire dan Moira pun berusaha untuk keluar dari pulau tersebut. Selang beberapa bulan, Barry Burton yang menerima pesan radio permintaan tolong dari Moira berusaha untuk mencari Moira di pulau misterius tersebut. Dalam pencariannya, Barry bertemu dengan sosok gadis kecil misterius bernama Natalia.

Gameplay di game ini tidak jauh beda dengan gameplay Resident Evil "modern" sebelum-sebelumnya. Yang membedakan adanya karakter pembantu yang berfungsi membantu karakter utama. Moira berperan sebagai pembuka pintu dan peti dengan linggisnya. Sedangkan Natalia dapat merasakan kehadiran monster dan bisa masuk ke lobang-lobang sempit dengan badan kecilnya.
Selain bermain mengikuti jalan cerita utama, kita juga bisa bermain dalam mode Raid. Mode yang bisa digunakan buat bersenang-senang menghajar zombie dan kawanan monster.

Secara keseluruhan gua belum puas dengan game ini, Terlalu singkat dan belum ada sesuatu yang benar-benar baru yang ditampilkan oleh Capcom. Tetapi bagi pencinta game Resident Evil, game ini emang wajib buat dimaenin. Kita tunggu episode berikutnya

Untuk game ini gua kasih nilai 7/10


Download Here

Credit to Uploader


[Movie Review] Birdman (The Unexpected Virtue of Ignorance)

Awalnya gua mau nonton film ini karena penasaran gara-gara film ini menang di piala Oscar 2015. Ga tanggung-tanggung 4 kategori sekaligus disabet. Salah tiga nya untuk kategori Best Picture, Best Cinematography dan Best Screenplay.
Dan waktu gua nontonnya, gua cuma bisa bergumam "HOLLY SHIT". Ini film penggambarannya menggunakan teknik "one shot movie", Bukan cuma beberapa menit, tapi hampir sepanjang film 1 setengah jam lebih pengambilan gambarnya dilakukan secara continue tanpa ada cut (bagian yang dipotong) dan disambungkan layaknya pengambilan gambar di film pada umumnya. Entah teknik dan trick apa yang digunakan oleh sutradaranya Alejandro G. Iñárritu (yang juga jadi Best Directing) sehingga penggambaran di film ini terasa nyaris sempurna. Bahkan ada 1 adegan dimana pengambilan gambarnya tepat berada di depan cermin dan tidak sedikit pun terlihat pantulan kamera yang mengambil gambar. Semuanya tampak terlihat natural.

Untuk cerita, waktu awal-awal lihat beberapa tampilan poster film ini, gua nyangka film ini ada unsur superhero dan action nya. Ternyata gua salah besar. Ini film drama black comedy. Bercerita tentang Riggan (Michael Keaton) seorang aktor lawas yang berada dalam bayang-bayang kesuksesan masa lalunya sebagai pemeran superhero "Birdman". Riggan yang sekarang tampil sebagai "actor usang" ingin mendapatkan ketenarannya lagi di atas panggung Broadway. Dalam usaha mencapai ketenarannya, dia harus berusaha untuk "melawan" bayang-bayang dirinya yang digambarkan sebagai Birdman. Konflik demi konflik pun berjalan antara Riggan dan orang-orang sekitarnya. Mulai dari putri nya Sam (Emma Stone) sampai dengan Mike (Edward Norton) lawan mainnya di panggung Broadway.

Sepanjang film ini selain gua disuguhi dengan cinematography  yang "indah", telinga gua juga dimanjain dengan musik menggunakan instrumen drum yang mengingatkan gua akan Whiplash (yang juga berjaya di Oscar 2015).

Memang film ini layak menang di Oscar 2015 sebagai Best Picture, Best Cinematography, Best Screenplay dan Best Directing.
Gua kasih nilai 8,5/10 untuk Film ini.

Trailer

Download Full Movie
Subtitle Indonesia

Credit to All Uploaders

[Movie Review] Pendekar Tongkat Emas

Pertama kali ngeliat teaser film ini gua cuma bisa bilang "Wow dan Wow". Wow yang pertama jarang-jarang di era sekarang ini sineas Indonesia membuat film bertema silat. Dan Wow yang kedua waktu liat deretan aktor dan aktris yang maen di film ini WOW,, Christine Hakim, Nicholas Saputra, Eva Celia, Reza Rahadian bahkan Om Slamet Raharjo juga ikut bagian di film ini. Dan gua tambah Wow setelah tau film ini ternyata menghabiskan bajet sebesar Rp 25 milyar untuk produksi nya. Menimbulkan ekspektasi tinggi untuk film garapan Sutradara Ifa Isfansyah dan Produksi Miles Film ini.

Pendekar Tongkat Emas bercerita tentang pendekar silat terhebat, Cempaka (Christine Hakim) yang memiliki 4 orang murid, Dara (Eva Celia), Biru (Reza Rahadian), Gerhana (Tara Basro), dan Angin (Aria Kusumah). Cempaka yang sudah sakit-sakitan ingin mewariskan Tongkat Emas dan Jurus terhebatnya "Pendekar Tongkat Emas Melingkar Bumi" ke salah satu muridnya. Keputusan Cempaka untuk memilih Dara sebagai pewaris tongkat emas tidak bisa diteruma oleh Biru dan Gerhana. Biru dan Gerhana merencanakan pengkhianatan untuk merebut tongkat emas dari tangan Dara. Dara yang ilmu silatnya belum terlalu tinggi itu pun harus menerima kenyataan bahwa dia diikhianati oleh saudara seperguruannya sendiri. Dengan bantuan Elang (Nicholas Saputra), Dara pun mempelajari jurus "Pendekar Tongkat Melingkar Bumi" dan berusaha merebut kembali tongkat emas dari tangan Biru.

Daya tarik film ini terletak pada adegan laga yang dikemas seserius mungkin. Mira Lesmana sebagai produser sengaja mendatangkan fighting instructur terkenal dari Hongkong, Xiong Xin Xin. Melalui sentuhan instruktur adegan laga itulah, aktor-aktor seperti Reza Rahadian, Nicolas Saputra, Tara Basro, Eva Cecilia dan bahkan Christine Hakim bisa “bertarung” layaknya pendekar sakti. Penggunaan dialog dengan bahasa Indonesia yang baku juga menjadi nilai plus untuk film ini.
Selain itu, daya tarik film ini terletak pada environment dimana lokasi syuting film ini diambil di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Adegan peristiwa dan tampilan-tampilan Landscape Pulau Sumba menjadi daya magnet dan menimbulkan kesan eksotisme tersendiri pada waktu menonton film ini.

Terlepas dari daya tarik yang gua sebutkan di atas, film ini tidak lepas dari kekurangan-kekurangan minor tapi justru membuat film ini tampil secara tidak optimal. Seperti Ekspresi-ekspresi para figuran yang terlihat sangat datar, Scane-scane pendek yang muncul yang justru menurut gua nanggung, dan yang paling minus menurut gua dari film ini adalah ending cerita yang kurang klimaks dan munculnya karakter "anak kecil" yang terlihat sedikit dipaksakan.

Memang film ini tampil belum sempurna, tetapi gua pribadi bisa menikmati film ini secara keseluruhan. Bahkan menurut gua film ini bisa dibandingkan dengan film-film silat buatan Hongkong ataupun Hollywood semisal "Chroucing Tiger Hiden Dragon".

Gua kasih nilai 7/10 untuk film ini

New Year, New Hope, New Me, I HOPE

Ga kerasa tahun 2014 uda mau selesai. Perasaan baru kemaren heboh tentang bencana kiamat 2012, eh sekarang uda mau 2015 aja. 2014 bisa dibilang tahun yang biasa2 aja buat gua. Kalo mau flashback setahun belakang ga banyak hal "WOW" yang terjadi dikehidupan gua. Bahkan boleh dibilang banyak target yang ga kesampaian di tahun 2014 ini. Tapi bukan berarti ga ada hal-hal positif yang terjadi pada kehidupan gua di 2014 ini.
Dari pekerjaan, gua sebagai pengajar sedikit demi sedikit mulai mengembangkan diri dengan mengajar materi baru. Alhamdulillah ada 3 materi baru yang gua ajarkan di tahun 2014 ini. Tetapi disatu sisi gua ngerasa blom puas terhadapat kinerja gua dipekerjaan. Walaupun dipertengahan bulan Desember kemarin gua dinobatkan sebagai Instruktur/Pengajar terkreatif di kampus gua.
Untuk masalah pendidikan, nah ini yang agak gua sesalin. Rencana gua buat ngelanjutin pendidikan S2 gua di tahun ini harus tertunda. Faktornya sebenarnya dari diri gua sendiri dan lingkungan sekitar gua yang bikin gua ga bisa memanajemen waktu dengan baik. Mundur lagi dah rencana buat dapetin gelar baru.
Hubungan percintaan? hehehe.. fine-fine aja, gua dan Kugy yang uda mau masuk tahun ke-3 pacaran uda semakin serius buat ngebawa hubungan kita. Kapan itu? kita liat aja nanti tanggal mainnya. :D

Di tahun yang baru pastinya tidak lepas dari harapan-harapan baru, terutama buat diri gua sendiri. Maunya sih menjadi diri gua yang baru, yang lebih baik tentunya. Aamiin. Kalo mau ditulis beberapa hal-hal yang gua harapkan di tahun 2015 ini antara lain :
- Gua pengen jadi pribadi yang lebih disiplin, terutama disiplin waktu. Disiplin pekerjaan dan tentu juga disiplin buat jaga badan. Rajin olahraga biar ni perut ga tambah offside.
- Dengan keteguhan hati dan tekat yang kuat mudah-mudahan gua bisa ngelanjutin pendidikan gua kejenjang S2. Aamiin
- Gua berharap gua bisa bijak dalam menggunakan uang. Mudah-mudahan gua bisa nabung dan diakhir tahun bisa mempunyai uang yang bisa dibilang sebagai tabungan masa depan. Aamiin
- Gua harap hubungan gua dengan Kugy semakin mesra dan romantis dan menuju titik terang untuk hubungan yang lebih serius lagi. Aamiin
- Pastinya gua harap keluarga gua terutama Mama dan Papa selalu diberi kesehatan dan semoga gua selalu bisa membahagiakan mereka. Aamiin
- Smoga juga ditahun 2015 ini gua bisa menguliahkan adik gua. Aamiin
- Smoga ditahun 2015 ini gua bisa membuat beberapa karya film yang lebih berkualitas dari karya-karya gua sebelumnya. Aamiin
Mungkin itu aja list gua di tahun 2015 ini. Mudah-mudahan semua bisa tercapai. Aamiin.. Aamiin... Aamiin..

[Movie Review]THE HOBBIT: THE BATTLE OF THE FIVE ARMIES

Film terakhir dari trilogi The Hobbit yang merupakan cerita prekuel dari The Lord of The Ring. Pertama kali film mulai gua rada nginget2 cerita sebelumnya apa ya? Karena ga ada embel-embel flashback cerita sebelumnya. Oh ya gua akhirnya inget, ini lanjutan dari "The Desolation of Smaug". Si Naga Indosiar Smaug (Benedict Cumberbatch) yang doyan emas ngamuk dan menghancurkan Lake Town. Untung ada Bard the Bowman (Luke Evans) yang bisa mengalahkan Smaug dengan busur hitamnya.
Dengan koit nya Smaug, berarti Lonely Mountain bisa dikuasai lagi oleh Thorin Oakenshield (Richard Armitage) dan para Dwarves termasuk Bilbo Baggins (Martin Freeman). Tetapi petaka terjadi disaat Thorin kena "penyakit Naga Serakah :D " yang membuatnya serakah dan dia semakin khilaf disaat dia tau ternyata harta yang paling dia cari Arkenstone dicuri oleh salah satu dari rombongan Dwarves.
Kekacauan pun terjadi di saat para ras manusia meminta "jatah" harta mereka untuk membangun kembali desa yang sudah hancur, dan juga para Elf yang juga minta "jatah" harta peninggalan elf yang ada di dalam Lonely Mountain. Thorin yang ga mau ngasih mereka "jatah" akhirnya memutuskan buat perang. Celakanya baru aja mereka mau mulai perang tiba2 datang pasukkan Orc yang juga punya tujuan untuk menguasai seluruh harta di Lonely Mountain. Kemunculan pasukan orc ini juga ditandai dengan bangkitnya musuh utama Middle Earth yaitu Sauron (yang juga ternyata diisi suara oleh Benedict Cumberbatch).

Entah emang CG yang ditampilkan di film Hobbit kali ini ga maksimal ato emang karena mata gua yang belakangan ini sering ngeliatan game-game 3D High-End dengan kualitas tinggi, gua ngerasa efek graphic di film ini ga terlalu mulus. Keliatan dibeberapa adegan efek-efek yang masih terasa kasar dan kurang real. Tapi terlepas dari kualitas graphic yang menurut gua kurang maksimal, film ini wajib ditonton. Apalagi ini film terakhir dari trilogi The Hobbit dan pembuka jalan cerita The Lord of The Ring.

Gua kasih nilai 8/10 untuk film ini.

[Movie Review]Stand by me Doraemon

Siapa yang ga kenal dengan Doraemon? dari pertama muncul pada tahun 1969 sampe sekarang Doraemon tetep eksis. Dan kali ini Doraemon dan kawan-kawan muncul dalam film 3 Dimensi yang diberi judul "Stand By Me Doraemon".

Secara garis besar mungkin kalian yang masa kecilnya setiap minggu jam 8 pagi selalu nongkrong di depan TV uda ga asing lagi dengan jalan cerita Doraemon. Dalam film "Stand By Me Doraemon" ini diceritakan awal mula datangnya Doraemon di kehidupan Nobita, anak kelas 5 SD yang "payah" sehingga membuat kehidupan cucu-cucu nya di masa depan menjadi suram. Doraemon yang merupakan robot kucing dari abad 22 diutus oleh cicit Nobita dari masa depan untuk membantu Nobita mendapatkan kebahagiannya. Doraemon tidak boleh pulang ke masa depan sebelum Nobita hidup bahagia di masa kini. Dengan kantong ajaib dan alat-alatnya Doraemon menolong Nobita dari kesulitan terutama saat dijahilin temen sekelasnya Suneo dan Giant. Dan juga Doremon berusaha membantu agar Nobita di masa depan bisa menikah dengan gadis impiannya Sizuka.

Daya tarik film ini tentu saja cerita-cerita Doraemon dalam komik dan anime yang diceritakan lagi dalam film ini dengan format gambar yang amat memanjakan mata. Untuk pertama kalinya film Doraemon dibuat dalam format 3D dan menggunakan teknologi CG yang membuat dunia Doremon dkk terasa lebih hidup dan nyata. Kekonyolan yang dibuat Nobita dkk mampu bikin seisi bioskop ngakak. Tetapi kelucuan di film ini juga diimbangi kisah sedih di akhir cerita terutama di saat-saat Doraemon akan meninggalkan Nobita (upsss.. Spoiler) :P

Ada yang bilang film "Stand by Me Doraemon" akan menjadi ending cerita dari keseluruhan cerita Doraemon. Tapi menurut gua, Doraemon tidak akan memiliki sebuah ending. Karena di hati orang-orang yang masa kecilnya dipenuhi dengan cerita-cerita Doraemon, Tidak akan pernah ada akhir cerita Doraemon. :)

Gua kasih nilai 9 dari 10 untuk film ini.

[PC Game] Watch Dogs

Watch Dogs di awal tahun 2014 ini, banyak gamer heboh membicarakan mengenai game Watch Dogs. Bahkan jauh-jauh hari sebelum game nya rilis, hype dan antusiasme terhadap game ini pun memuncak. Game ini juga yang menghipnotis gua buat ngerogoh kocek lebih dalem buat upgrade PC. Tetapi setelah game nya rilis dan nyobain langsung game nya, mungkin ekspektasi gamer sebelum game ini rilis terlalu berlebihan. Watch Dogs adalah game multiplatform bergenre action adventure open world. Bagi kalian yang suka dengan game seperti Grand Theft Auto (GTA) akan familiar dengan game ini. Selain untuk PC, Watch Dogs juga bisa dimainkan di konsul PS3, PS4, Xbox360 dan Xbox One. Game ini di-develope oleh Ubisoft.

Bagi gua setelah memainkan game ini, gua ngerasa kalo gameplay Watch Dogs itu percampuran antara Grand Theft Auto (GTA) dan Assassin's Creed. Gameplay open world dimana kita bisa mengelilingi kota sesuka hati, menaiki kendaraan dan melakukan berbagai misi identik sekali dengan game GTA. Tetapi untuk adegan action dan pertempuran selain menampilkan unsur tembak-tembakan, di Watch Dogs juga kita bisa melakukannya secara stealth atau diam-diam layaknya action yang biasa ditawarkan di game Assassin's Creed. Selain itu ditambahkan unsur hacking dimana kita bisa mengendalikan lingkungan disekitar dengan cara meng-hack-nya. Ini sesuatu yang baru yang mungkin menjadi daya tarik dari game Watch Dogs ini.

Satu hal lagi yang menarik dari game ini adalah storyline nya. Cerita game ini berkisar tentang Aiden Paerce yang ingin membalaskan dendam atas kematian keponakannya. Untuk menjalankan misinya tersebut, Aiden harus berhadapan dengan gembong mafia kejahatan dan juga harus berhadapan dengan sesama hacker. Ceritanya tipikal sekali seperti cerita di film-film hollywood dimana ada unsur twist di ujung ceritanya.

Untuk masalah graphic? game ini memang menampilkan graphic yang setara dengan game-game next-gen pada umumnya. Tetapi, nothing special.

Overall sebenarnya gua puas dengan game ini, dimana gua bisa seharian duduk di depan komputer cuma buat nyelesain misi ke misi dari game ini. Tapi sayangnya, ekspektasi yang terlalu berlebihan yang dibuat oleh Ubisoft sebelum game ini dirilis, ternyata tidak sesuai seperti yang didapatkan setelah memainkannya. Gua kasih nilai 7,5/10 untuk game ini.